Stop Pakai Skincare Jika Tanda Ini Muncul di Kulit

November 01, 2019

Stop Pakai Skincare Jika Tanda Ini Muncul di Kulit

Skincare memang dipercaya mempercantik kulitmu, tapi tidak semua orang cocok menggunakannya karena memiliki kandungan yang berbeda. Apalagi, jika skincare tersebut memiliki kandungan kimia yang berbahaya dan bisa menyebabkan kanker kulit.

Menurut ahli kulit Dr. Allison Arthur dan Dr. Lisa Garner, penyebab kanker kulit bisa bermacam-macam, salah satunya penggunaan kosmetik seperti skincare. Kanker kulit dapat dideteksi sejak dini gejalanya dan hampir selalu dapat disembuhkan.

1. Sakit di Tempat Yang Sama.

Garner dan Arthur mengatakan, sakit yang tidak sembuh mungkin merupakan tanda karsinoma sel basal atau skuamosa, dua jenis kanker kulit yang paling umum. Beberapa orang yang mengalami keluhan ini adalah lelaki dan berada di daerah jenggot sehingga sakit setiap kali mencukurnya. Meski tidak terlalu besar tetap dibiopsi. Jika sakit belum sembuh dalam sebulan, kamu harus menemui dokter kulit.

2. Benjolan Mutiara Pada Kulit

Dalam beberapa kasus, karsinoma sel basal dapat terlihat seperti benjolan mutiara. Benjolan ini bisa berwarna pink, merah, putih, cokelat, hitam, atau coklat. Tanda-tanda lain adalah bintik-bintik merah yang teriritasi, kulit berubah warna merah muda dengan pusat-pusat berkerut, luka-luka, bernanah seperti bekas luka.

3. Kulit Bersisik

Menurut Arthur, karsinoma sel basal dan skuamosa dapat muncul sebagai bercak merah bersisik, juga dapat sedikit lembut untuk disentuh. Karsinoma sel skuamosa juga bisa bermanifestasi sebagai luka yang tidak akan sembuh dan diikuti kutil yang berdarah.

4. Munculnya Perubahan Warna Tahi Lalat

Menurut American Academy of Dermatology, melanoma dapat muncul dalam tahi lalat. Tahi lalat yang telah berubah dalam ukuran, bentuk, atau warna. Jika tahi lalat berubah warna seperti merah, putih, biru, atau hitam wajib waspada.

The National Cancer Institute menggunakan akronim yang berguna untuk mengingat semua perubahan mol yang berpotensi terjadi: ABCDE. A ialah asimetri. Dalam melanoma, dua sisi tahi lalat sering tidak cocok.

B adalah singkatan dari perbatasan. Sebuah melanoma biasanya memiliki perbatasan yang tidak teratur.  Sementara C adalah singkatan dari color atau warna, karena melanoma biasanya tidak rata dalam warna.

Kemudian,  D adalah singkatan dari diameter. Peningkatan ukuran mol, atau diameter, bisa menunjukkan melanoma. Terakhir, E berarti berevolusi. Hati-hati dengan tahi lalat yang berubah seiring waktu.

5. Munculnya Tahi Lalat Baru

Tahi lalat baru tidak akan tumbuh saat mencapai usia dewasa tertentu, misalnya usia 55 tahun. Jika memiliki tahi lalat baru saat usia lansia, kamu harus waspada.




Dan juga Skin Expert

Beauty Blender Jadi Tempat Berkembang Biak Bakteri?
Beauty Blender Jadi Tempat Berkembang Biak Bakteri?

Desember 23, 2019

Beauty blender harus sering dibersihkan dan diganti berdasarkan masa kadaluarsanya agar tidak menjadi tempat berkembang biak bakteri.

Baca lebih banyak

Penyakit Kulit yang Muncul saat Musim Hujan
Penyakit Kulit yang Muncul saat Musim Hujan

Desember 20, 2019

Saat musim hujan, penyakit kulit akan muncul karena kadar kelembapan udara meningkat.

Baca lebih banyak

3 Masalah Kulit yang Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius
3 Masalah Kulit yang Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Desember 20, 2019

Jika kamu mengalami masalah kulit ini, waspada penyakit serius yang mengintai pada tubuhmu.

Baca lebih banyak