Efek Samping Masker Kefir untuk Kulit

November 27, 2019

Efek Samping Masker Kefir untuk Kulit

Masker Kefir terkenal dengan sejumlah manfaat yang luar biasa. Masker yang terbuat dari fermentasi susu sapi atau susu kambing memiliki kandungan AHA yang bisa mengurangi kerutan, memperlambat proses penuaan, mengatasi jerawat dan komedo. Masker ini bisa mengurangi iritasi pada kulit yang disebabkan penggunaan skincare atau kosmetik yang mengandung bahan kimia. Jika kamu menginginkan kulit yang cerah alami, masker kefir bisa membantu menghilangkan sel kulit mati pada wajah dan membuat kulit lembab. Probiotik dalam masker kefir juga dapat membantu kulit tetap terhidrasi dengan baik sehingga mengurangi keriput dan menghambat penuaan dini. 

Sayangnya, masker kefir ini memiliki efek samping untuk kulit sejak pertama kali pemakaian. Menurut Dr. Mercola dari St. Alexius Medical Center, Amerika Serikat, sebagian orang akan merasa sedikit gatal sejak pertama kali pemakaian. Dalam The British Journal of Dermatology disebutkan bakteri yang ada dalam masker kefir dapat berpengaruh besar karena akan memproses lemak yang berfungsi melembapkan kulit.

Selain itu, masker kefir akan membuat kulit perih dan menimbulkan kemerahan pada kulit sensitif. Rasa perih itu hanya bersifat sementara karena asam laktat merangsang pergantian kulit baru. Efek samping ini umumnya hanya terjadi pada pemilik kulit sensitif dan hanya terjadi pada awal pemakaian saja. Disarankan, gunakan masker secara tipis dan jangan sampai terlalu sering. Pemilik kulit sensitif disarankan menggunakan masker kefir dalam jumlah dan intensitas yang lebih sedikit. Aplikasikan masker kefir sekitar satu sampai tiga kali seminggu. 

Ketika kulit sudah terbiasa dan sudah beregenerasi dengan baik, biasanya efek gatal dan perih tidak akan terjadi lagi. Namun, jika kamu menemukan gejala semakin parah setelah penggunaan kedua dan seterusnya, sebaiknya hentikan pemakaian dan beralih ke perawatan wajah alami lainnya.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa sebaiknya bahan alami dengan kandungan probiotik bukan dijadikan sebagai perawatan utama dan lebih baik digunakan sebagai perawatan pendamping saja. Maka dari itu kefir tidak digunakan sebagai skin care routine, melainkan hanya sebagai masker yang digunakan beberapa kali seminggu saja. Selain itu, masker kefir juga sering kali dikombinasikan dengan bahan alami lainnnya untuk mendapatkan perawatan wajah yang lebih maksimal.




Dan juga Skin Expert

Beauty Blender Jadi Tempat Berkembang Biak Bakteri?
Beauty Blender Jadi Tempat Berkembang Biak Bakteri?

Desember 23, 2019

Beauty blender harus sering dibersihkan dan diganti berdasarkan masa kadaluarsanya agar tidak menjadi tempat berkembang biak bakteri.

Baca lebih banyak

Penyakit Kulit yang Muncul saat Musim Hujan
Penyakit Kulit yang Muncul saat Musim Hujan

Desember 20, 2019

Saat musim hujan, penyakit kulit akan muncul karena kadar kelembapan udara meningkat.

Baca lebih banyak

3 Masalah Kulit yang Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius
3 Masalah Kulit yang Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Desember 20, 2019

Jika kamu mengalami masalah kulit ini, waspada penyakit serius yang mengintai pada tubuhmu.

Baca lebih banyak