Tips jaga asupan makanan selama puasa

Mei 09, 2019

Tips jaga asupan makanan selama puasa

Selama puasa ramadan, tubuh mengalami perubahan metabolisme karena mengubah jadwal dan pola makan. Seseorang menahan haus dan lapar kurang lebih 14 jam selama 30 hari. Oleh karenanya, kamu harus memerhatikan pengaturan asupan makan selama puasa. Kamu perlu mengonsumsi 50 persen dari kebutuhan energi sehari-hari. 10 persen dari makanan ringan dan 40 persen makanan utama. Lalu, bagaimana cara menjaga asupan makanan selama puasa?

Makan buka puasa

Ketika berbuka puasa jangan menjadikan ajang balas dendam untuk mengonsumsi makanan. Saat berbuka puasa, hindari makanan terlalu manis, berlemak tinggi (gorengan), dan terlalu pedas atau asam. Sebab, makanan tersebut dapat menimbulkan gangguan lambung. Usahakan makan makanan karbohidrat yang dapat diserap cepat oleh tubuh seperti kurma, buah potong, atau agar-agar. Setelah magrib, usahakan makan besar dalam satu porsi piring terdiri dari ⅔ karbohidrat, ⅓ lauk pauk, ⅔ sayuran, dan ⅓ buah-buahan. Sebaiknya makan malam ini dilakukan setelah maghrib atau sebelum tarawih.

Lanjutkan dengan mengonsumsi makanan ringan setelah tarawih. Jangan lupa untuk minum setelah adzan magrib, setelah salat maghrib, sebelum salat isya, setelah salat tarawih masing-masing satu gelas, dan dua gelas sebelum tidur untuk terhindar dari dehidrasi. Serta, jangan lupa untuk menjaga kebugaran dengan melakukan aktivitas fisik minimal 30-45 menit setelah berbuka puasa.

Makan sahur

Saat sahur, sebaiknya jangan makan makanan rendah serat seperti mie karena akan membuat cepat lapar dan hindari makanan asin karena akan menimbulkan rasa haus. Makanan yang perlu dikonsumsi serupa dengan makan saat berbuka puasa. Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti roti, gandum, oatmeal, sereal berserat tinggi, nasi merah. Konsumsi ini sedekat mungkin dengan subuh. Jangan lupa untuk mengonsumsi buah, sayuran, dan protein.

Minumlah air putih sebanyak dua gelas saat sahur dan setelah makan sahur. Hindari minuman berkafein, soda, teh, dan kopi karena sifatnya diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine sehingga menaikkan frekuensi buang air kecil.




Dan juga News & Event

Mengenal Buah Emu Apple yang Baik untuk Kulit
Mengenal Buah Emu Apple yang Baik untuk Kulit

Desember 19, 2019

Buah emu apple, salah satu tren kandungan skincare terbaru saat ini. Fungsinya, bisa membuat kulitmu tampak awet muda.

Baca lebih banyak

5 Mitos tentang Toner yang Perlu Kamu Tahu
5 Mitos tentang Toner yang Perlu Kamu Tahu

Desember 16, 2019

Meski memiliki banyak manfaat, tetapi ada juga loh mitos tentang toner. Mitos, ini perlu kamu tahu agar tidak salah.

Baca lebih banyak

4 Tips Memilih Suplemen Vitamin
4 Tips Memilih Suplemen Vitamin

Desember 13, 2019

Memilih suplemen itu tidak bisa sembarangan, tetapi ada triknya. Tak hanya disesuaikan tubuh tapi juga harus aman dikonsumsi dan lainnya.

Baca lebih banyak