Keloid, Si Bekas Luka yang Bikin Risih

Agustus 07, 2019

Keloid, Si Bekas Luka yang Bikin Risih

          Ladies, kamu termasuk orang yang punya bekas luka bernama keloid? Selain risih karena tampilannya, bekas luka ini juga terasa sakit dan gatal. Sebenarnya keloid itu apa sih?

          Keloid adalah jenis bekas luka yang terangkat. Keloid terbentuk saat kulit sudah sembuh dari luka. Apapun yang dapat menyebabkan bekas luka di kulit dapat menyebabkan keloid. Ini termasuk luka bakar, luka terpotong, cacar air, gigitan serangga atau berjerawat parah.

          Keloid muncul karena saat terluka, sel-sel tubuh mencoba memperbaikinya dengan membentuk jaringan parut untuk melindungi luka. Namun pada beberapa orang, jaringan parut terus bertumbuh semakin besar bahkan setelah luka sembuh, dan inilah yang dinamakan keloid.

          Keloid dapat terbentuk di bagian tubuh mana saja. Paling sering ditemukan di leher, bahu, dada, punggung, dan telinga. Ukurannya berkisar 2,5 cm, dan ada juga yang sampai 30 cm. Keloid juga dapat menjadi semakin besar jika melakukan tindik di bagian tubuh, melakukan tato atau menjalani operasi. Keloid kadang muncul 3 bulan atau lebih setelah kulit terluka. Beberapa diantaranya terus tumbuh selama bertahun-tahun.

Ciri-ciri dari keloid :

  • Tampil dan tumbuh perlahan (3 bulan hingga satu tahun sebelum benar-benar terlihat)
  • Awalnya hanya bekas luka berwarna merah muda, merah, atau ungu dan akan menjadi gelap seiring waktu
  • Terasa berbeda dari kulit di sekitarnya. (Beberapa keloid terasa lembut dan pucat, ada juga yang keras dan kenyal)
  • Menyebabkan rasa gatal, nyeri saat ditekan, atau sakit saat disentuh

Kriteria orang-orang yang kemungkinan besar mengalami keloid :
  • Orang berkulit hitam, Latin, atau Asia
  • Berusia lebih muda dari 30 tahun
  • Sedang hamil
  • Remaja yang sedang melewati masa pubertas
  • Memiliki riwayat keloid di keluarga
  • Orang yang memiliki kulit lebih gelap 15% hingga 20% lebih mungkin terkena keloid.

Ada beberapa cara yang efektif untuk mengatasi keloid :

  • Suntikan steroid: Steroid memiliki komponen anti-inflamasi yang mengobati peradangan, melembutkan dan mengurangi tampilan keloid.
  • Pembedahan: Jika keloid lebih besar dari biasanya, cara terbaik adalah meminimalkan keloid dengan melakukan operasi. Meskipun akhirnya akan menciptakan bekas luka baru, namun dokter bisa menyuntikkan steroid ke bekas luka baru untuk mencegahnya tumbuh lagi.
  • Tekanan: Dengan memberikan sedikit tekanan pada bekas luka, kamu dapat memperlambat pertumbuhan keloid. Misalnya, jika memiliki keloid di telinga dari tindikan, coba kenakan anting-anting clip-on untuk menekan pertumbuhannya.
  • Plester silikon: Beberapa dokter suka menggunakan plester yang terbuat dari silikon untuk ditempelkan pada keloid. Plester ini dapat memberikan tekanan pada keloid sekaligus menjaga kelembaban di dalam kulit sehingga membantu melenyapkan keloid.



Dan juga Beauty Tips

Bahayanya Pakai Masker Terlalu Lama
Bahayanya Pakai Masker Terlalu Lama

Desember 24, 2019

Jangan pakai masker terlalu lama jika tidak ingin merusak kulit.

Baca lebih banyak

5 Efek Buruk Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan
5 Efek Buruk Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan

Desember 24, 2019

Tidur kelamaan bikin kondisi kesehatanmu menurun, bahkan bisa membuat depresi.

Baca lebih banyak

7 Efek Samping yang Bisa Muncul setelah Facial
7 Efek Samping yang Bisa Muncul setelah Facial

Desember 24, 2019

Facial memang dapat mempercantik kulit, tapi juga memiliki efek samping yang perlu kamu tahu.

Baca lebih banyak