Daftar Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

September 17, 2019

Daftar Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

          Proses kehamilan merupakan momen yang menyenangkan bagi setiap perempuan. Tentunya saat hamil dibutuhkan ekstra perhatian terhadap apa yang ibu hamil konsumsi untuk menjaga buah hati tetap sehat. Ada beberapa jenis makanan yang sama sekali harus dihindari oleh ibu hamil. Hal ini disebabkan karena kehamilan akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh yang membuat calon ibu menjadi lebih rentan terhadap infeksi. Ada banyak daftar makanan yang membawa bakteri atau kuman yang dapat menyebabkan masalah selama kehamilan. Meskipun ibu hamil tidak merasakan dampaknya, kuman ini dapat mempengaruhi kesehatan janin.

          Berikut ini adalah daftar makanan yang dilarang untuk ibu hamil :

  • Telur Mentah atau Setengah Matang

          Meskipun merupakan sumber protein yang baik, telur yang mentah atau kurang matang mengandung bakteri Salmonella. Saat membeli telur, pilih telur yang sudah dipasteurisasi. Proses pasteurisasi membunuh semua bakteri dalam telur, mengurangi risiko infeksi. Ingat untuk selalu masak semua telur dan produk yang mengandung telur hingga benar-benar matang. Hindari mengonsumsi :
- Telur rebus atau goreng dengan kuning telur
- Dressing salad yang mengandung telur, seperti dressing Caesar
- Tiramisu
- Minuman telur (STMJ)
- Es krim buatan sendiri
- Adonan kue

  • Ikan

          Beberapa jenis ikan cenderung mengandung merkuri yang tinggi dan sangat beracun serta menyebabkan masalah bagi ibu hamil dan janin. Ibu hamil juga harus menghindari makan ikan mentah atau setengah matang, seperti dari sushi atau sashimi. Ikan mentah dapat mengandung parasit atau bakteri berbahaya sehingga harus dikonsumsi dalam keadaan benar-benar matang. Jenis ikan yang harus dihindari :
- Tuna mata besar
- Marlin
- Ikan todak
- Raja makarel
- Hiu
          Namun ada banyak ikan yang masih bisa dikonsumsi ibu hamil karena memiliki kadar merkuri yang rendah seperti ikan teri, ikan sarden, ikan haring, ikan lele, ikan salmon, tuna kaleng, dan ikan nila.

  • Kerang Mentah

          Saat hamil, hindari semua makanan laut yang mentah, terutama kerang mentah. Kerang mentah seperti tiram, kepiting, dan kerang, dapat menjadi sumber potensial bakteri Vibrio, yang dapat menyebabkan kolera dan infeksi lainnya. Infeksi ini dapat menyebabkan hilangnya air dan elektrolit yang dapat menyebabkan perubahan dalam sistem kekebalan yang membahayakan kesehatan anak seperti pertumbuhan janin yang buruk, kelahiran prematur, dan preeklampsia.

  • Daging yang Diawetkan atau Kurang Matang

          Beberapa jenis daging dapat menampung bakteri Listeria yang berpotensi berbahaya bagi wanita hamil dan bayi baru lahir. Listeria juga dapat menyebabkan keguguran. Untuk menghindari tertular Listeria, masak semua daging hingga matang sebelum memakannya.

  • Susu atau Jus Buah yang Tidak Dipasteurisasi

          Susu dan jus buah yang tidak dipasteurisasi mungkin mengandung E. coli, Listeria, dan Salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi parah pada wanita hamil, terutama jika sistem kekebalan tubuh mereka sudah stres. Selalu minum susu yang dipasteurisasi. Hindari jus buah mentah atau sari buah apel, termasuk jus buah segar, seperti jus jeruk atau apel. Rebus jus atau sari apel yang tidak dipasteurisasi selama minimal 1 menit untuk menghilangkan bakteri sebelum dibiarkan dingin dan minum.

  • Sayuran Hijau dan Tauge Mentah atau Kurang Matang

          Sayuran hijau dan kecambah mengandung banyak serat dan nutrisi, namun beberapa sayuran hijau atau kecambah mungkin mengandung bakteri, seperti Salmonella atau E. coli, yang dapat menyebabkan infeksi. Selalu gunakan kecambah segar yang baru dan masak sampai matang sebelum memakannya. Hindari kecambah mentah atau kurang matang, seperti:
- Kacang hijau
- Semanggi
- Lobak

  • Kafein

          Direkomendasikan kepada ibu hamil untuk menghindari kafein sepenuhnya karena kafein dapat menular ke janin. Hal ini karena janin tidak dapat memecah kafein, yang dapat menyebabkan masalah seperti risiko keguguran.

  • Alkohol

          Meskipun beberapa orang mungkin berpikir bahwa alkohol dapat dikonsumsi dalam jumlah kecil selama kehamilan, ini sama sekali tidak benar. Jenis alkohol apa pun dalam darah ibu hamil akan mengalir ke janin melalui tali pusar. Akibatnya dapat menyebabkan berbagai masalah perkembangan fisik atau mental anak.




Dan juga Beauty Tips

Bahayanya Pakai Masker Terlalu Lama
Bahayanya Pakai Masker Terlalu Lama

Desember 24, 2019

Jangan pakai masker terlalu lama jika tidak ingin merusak kulit.

Baca lebih banyak

5 Efek Buruk Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan
5 Efek Buruk Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan

Desember 24, 2019

Tidur kelamaan bikin kondisi kesehatanmu menurun, bahkan bisa membuat depresi.

Baca lebih banyak

7 Efek Samping yang Bisa Muncul setelah Facial
7 Efek Samping yang Bisa Muncul setelah Facial

Desember 24, 2019

Facial memang dapat mempercantik kulit, tapi juga memiliki efek samping yang perlu kamu tahu.

Baca lebih banyak