Bau Kaki? Ucapkan Selamat Tinggal dengan Cara Ini!

Juli 02, 2019

Bau Kaki? Ucapkan Selamat Tinggal dengan Cara Ini!

          Ladies, tahukah kamu bahwa kaki memiliki sekitar setengah juta kelenjar keringat, dan ini dapat menyebabkan banyak keringat menumpuk di kaki. Saat kamu memakai kaus kaki dan sepatu, keringat akan terperangkap di dalamnya. Keringat yang berisi bakteri dan jamur dapat tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembab, dan inilah yang menyebabkan bau kaki.

          Untuk benar-benar menghilangkan bau kaki, kamu harus membasminya dari dua sisi, yaitu dari kaki kamu sendiri, dan kaus kaki atau sepatu. Ini dia cara-cara untuk menghilangkan bau kaki. Yuk simak dan praktekkan!

1. Cuci kaki kamu dengan benar
          Banyak dari kita yang melakukan kesalahan saat mencuci kaki, karena itu bau kaki masih tetap ada. Untuk mengatasi bau kaki, cuci kaki dengan sabun antibakteri setiap hari lalu keringkan kaki secara menyeluruh. Jangan lupa untuk mencuci bagian antara jari-jari kaki karena disitulah bakteri dan keringat menumpuk.

2. Gunakan semprotan anti-perspirant
          Gunakan semprotan anti-keringat untuk kaki. Cari semprotan yang mengandung aluminium klorida heksahidrat, yaitu bahan kimia yang ditemukan dalam semprotan antiperspirant ketiak dan beberapa obat bebas yang dipasarkan khusus untuk menghambat keringat berlebih.

3. Cobalah merendam kaki dengan bahan-bahan dapur seperti:
  • Garam: Tuangkan 1/2 gelas garam kosher ke dalam 4 gelas air, rendam kaki selama 10-15 menit, dan keringkan sampai bersih.
  • Teh: gunakan 4 atau 5 kantong teh untuk satu liter air. Biarkan dingin, dan rendam kaki selama sekitar 20 menit setiap hari.
  • Cuka: rendam kaki setiap hari dalam cuka yang dicampur air dengan perbandingan cuka dan air 1 : 2. Tujuannya adalah untuk mengurangi tingkat bakteri yang menyebabkan bau.
  • Bubuk: Balurkan kaki dengan soda kue, bedak bayi, tepung jagung, dan bedak dikatakan menyerap kelembaban yang berlebih

4. Beli kaus kaki dan sepatu yang membuat kaki bisa “bernapas”
          Untuk mencegah bau kaki sejak awal, belilah kaus kaki dan sepatu yang terbuat dari bahan alami seperti kapas dan wol yang umumnya memiliki lebih banyak “ventilasi udara” dan dapat membatasi pertumbuhan bakteri. Pakailah sepatu yang terbuat dari bahan yang bisa bernapas seperti kulit atau kanvas. Ini akan memungkinkan keringat menguap dibanding dengan bahan sepatu lainnya.

5. Selalu gunakan kaus kaki
          Mengenakan sepatu tanpa kaus kaki dapat menyebabkan penumpukan keringat, memungkinkan bakteri tumbuh dari waktu ke waktu. Bisa juga ada sel kulit mati, kotoran, minyak, dan jamur yang tumbuh subur di sepatu.

6. Ganti dan cuci kaus kaki
          Sebaiknya kamu mengganti kaus kaki setiap hari untuk mencegah penumpukan kelembaban. Bahkan sebaiknya lebih dari satu kali sehari jika kamu sangat berkeringat. Jangan lupa untuk membalik kaus kaki sehingga bagian luar menjadi ke dalam sebelum dicuci, untuk memastikan kaus kaki tercuci dengan bersih bebas dari kotoran dan jamur.

7. Gunakan sepatu yang berbeda
          Cobalah menggunakan sepatu yang berbeda setiap hari, maksimal dua hari berturut-turut,. Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan udara dari sepatu yang sudah terpakai. Jangan menaruh sepatumu di tempat yang gelap dan kedap udara. Sebaliknya, taruh sepatu di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.



Dan juga Beauty Tips

Trik Menggunakan Makeup Sampai Habis Tak Tersisa
Trik Menggunakan Makeup Sampai Habis Tak Tersisa

Agustus 20, 2019

Menghabiskan makeup agar tak tersisa itu butuh trik. Kamu perlu lakukan ini.

Baca lebih banyak

Apakah Kulit Kering Menyebabkan Timbulnya Keriput?
Apakah Kulit Kering Menyebabkan Timbulnya Keriput?

Agustus 20, 2019

Banyak orang beranggapan bahwa kulit kering terlihat lebih berkerut dibandingkan kulit yang tidak kering.

Baca lebih banyak

4 Alasan Kamu Harus Berhenti Memakai Skin Care
4 Alasan Kamu Harus Berhenti Memakai Skin Care

Agustus 20, 2019

Lelah memakai skin care yang tak kunjung memberi kamu perubahan yang lebih baik? Hal ini terjadi mungkin saja bukan karena

Baca lebih banyak