8 Makanan yang Paling Sering Bikin Alergi

September 27, 2019

8 Makanan yang Paling Sering Bikin Alergi

          Alergi dapat dialami oleh siapa saja dan kapan saja. Alergi disebabkan oleh ketidakcocokan antara protein makanan dengan sistem kekebalan tubuh kita. Saat imun dalam tubuh merespon ketidakcocokan ini, muncul reaksi yang sangat cepat seperti gatal-gatal, pembengkakan di tenggorokan atau lidah, sesak napas, tekanan darah rendah bahkan dapat menimbulkan kematian.

          Meskipun ada banyak sekali makanan yang dapat menimbulkan alergi, uniknya ada 8 jenis makanan yang paling sering membuat alergi. Mari kita bahas satu persatu!

1. Telur
          Alergi telur adalah penyebab paling umum alergi makanan pada anak-anak. Uniknya, seseorang bisa saja hanya alergi pada bagian putih telur saja, atau bagian kuning telur saja. Ini karena protein dalam putih telur dan kuning telur sedikit berbeda. Namun sebagian besar protein yang memicu alergi ditemukan pada putih telur, sehingga alergi putih telur lebih umum. 68% anak-anak yang alergi terhadap telur akan mengatasi alergi mereka saat mereka berusia 16 tahun.

2. Gandum
          Alergi gandum juga sering ditemukan pada anak-anak dan biasanya hilang saat mencapai usia 10 tahun. Seperti alergi lainnya, alergi gandum dapat menyebabkan gangguan pencernaan, gatal-gatal, muntah, ruam, bengkak dan, dalam kasus yang parah, anafilaksis.

3. Susu Sapi
          Alergi terhadap susu sapi paling sering terlihat pada bayi dan anak kecil, terutama ketika mereka telah terpapar protein susu sapi sebelum mereka berusia enam bulan. Namun, sekitar 90% anak-anak dapat mengatasinya saat berusia tiga tahun. Gejala dari alergi susu sapi seperti pembengkakan, muncul ruam, gatal-gatal, dan muntah. Satu-satunya cara yaitu menghindari produk susu sapi termasuk bubuk susu, keju, mentega, margarin, yogurt, krim dan es krim.

4. Kedelai
          Alergi karena kedelai mempengaruhi sekitar 0,4% anak-anak dan paling sering terlihat pada bayi dan anak-anak di bawah tiga tahun. Alergi ini dipicu oleh protein dalam kedelai atau produk yang mengandung kedelai. Namun, sekitar 70% anak-anak yang alergi terhadap kedelai dapat mengatasi alergi. Gejalanya bisa berkisar dari gatal, mulut gatal dan pilek hingga ruam dan asma atau kesulitan bernapas. Pemicu alergi alergi makanan umum meliputi kedelai dan produk kedelai seperti susu kedelai atau kecap. Karena kedelai ditemukan dalam banyak makanan, penting untuk membaca label makanan.

5. Kacang dari Pohon
          Beberapa contoh kacang pohon seperti kacang brazil, almond, mete, macadamia, pistachio, pinus dan kenari dapat menimbulkan alergi. Disarankan untuk menghindari semua jenis kacang pohon, meskipun hanya alergi terhadap satu atau dua jenis. Ini karena alergi terhadap satu jenis kacang pohon meningkatkan risiko alergi terhadap jenis kacang pohon lainnya. Selain itu, lebih mudah untuk menghindari semua kacang, daripada hanya satu atau dua jenis. Uniknya, tidak seperti beberapa alergi lain, alergi terhadap kacang pohon biasanya merupakan kondisi seumur hidup.

6. Kacang Tanah
          Seperti alergi kacang pohon, alergi kacang tanah sangat umum dan dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah dan berpotensi fatal. Penderita alergi kacang tanah sering juga alergi terhadap kacang pohon. Alergi kacang mempengaruhi sekitar 4-8% anak-anak dan 1-2% orang dewasa. Namun, sekitar 15-22% anak-anak yang menderita alergi kacang tanah akan mengatasinya saat mereka memasuki usia remaja. Saat ini, satu-satunya cara yang efektif adalah menghindari kacang dan produk yang mengandung kacang.

7. Kerang
          Alergi kerang disebabkan oleh tubuh menyerang protein dari famili ikan krustasea dan moluska, yang dikenal sebagai kerang. Contoh kerang meliputi udang, lobster, cumi-cumi, dan kepiting. Pemicu alergi makanan laut yang paling umum adalah protein yang disebut tropomyosin. Namun, alergi makanan laut yang sebenarnya terkadang sulit dibedakan karena bisa saja makanan laut terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit.

8. Ikan
          Alergi terhadap ikan umum terjadi dan dialami hingga sekitar 2% orang dewasa. Tidak seperti alergi lainnya, 40% orang mengalami alergi ikan saat dewasa. Seperti alergi kerang, alergi ikan dapat menyebabkan reaksi alergi yang serius dan berpotensi fatal. Gejala utamanya adalah muntah dan diare, tetapi, dalam kasus yang jarang terjadi, anafilaksis juga dapat terjadi.




Dan juga Beauty Tips

Bahayanya Pakai Masker Terlalu Lama
Bahayanya Pakai Masker Terlalu Lama

Desember 24, 2019

Jangan pakai masker terlalu lama jika tidak ingin merusak kulit.

Baca lebih banyak

5 Efek Buruk Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan
5 Efek Buruk Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan

Desember 24, 2019

Tidur kelamaan bikin kondisi kesehatanmu menurun, bahkan bisa membuat depresi.

Baca lebih banyak

7 Efek Samping yang Bisa Muncul setelah Facial
7 Efek Samping yang Bisa Muncul setelah Facial

Desember 24, 2019

Facial memang dapat mempercantik kulit, tapi juga memiliki efek samping yang perlu kamu tahu.

Baca lebih banyak