5 Kandungan Skincare yang Bikin Iritasi pada Kulit Kering

November 22, 2019

5 Kandungan Skincare yang Bikin Iritasi pada Kulit Kering

Tidak semua kandungan skincare yang baik cocok untuk semua jenis kulit. Buktinya, ada sejumlah kandungan skincare yang dapat menyebabkan iritasi bagi pemilik kulit kering. Jika dalam skincare kamu, terdapat sejumlah kandungan ini maka sebaiknya hentikan pemakaian untuk meminimalisir risiko iritasi untuk kulitmu.

1. Alkohol

Alkohol sering menjadi kandungan sebagai bahan campuran produk skincare. Alkohol digunakan sebagai pengawet, pelarut, antiseptik pembunuh bakteri, serta membantu mempermudah penyerapan sebuah produk ke dalam kulit. Kebanyakan produk skincare menggunakan jenis alkohol yang bernama ethanol. Jenis alkohol ini pada dasarnya lebih mudah menyerap tetapi mengurangi minyak alami di kulit. Oleh karena itu, bagi pemilik kulit kering disarankan untuk mengimbangi penggunaan skincare berkandungan ethanol ini dengan produk lain yang bisa menghidrasi. Hal ini dilakukan guna menjaga kelembapan, mengurangi rasa gatal, kemerahan maupun peradangan pada kulit.

2. Retinol

Retinol merupakan kandungan skincare yang biasa digunakan pada produk anti aging. Retinol dikenal memiliki banyak manfaat untuk kulit seperti menyamarkan garis halus, bekas jerawat, memperbaiki tekstur kulit, hingga mengecilkan pori-pori. Retinol bekerja menghilangkan sel-sel kulit mati melalui pengelupasan secara kimia. Meski aman, penggunaan retinol pada kulit kering dan sensitif kurang disarankan karena dapat menimbulkan rasa gatal, kemerahan, bahkan pengelupasan kulit dalam sekali pemakaian. Jika ingin mencoba skincare dengan retinol ada baiknya pilih produk yang memiliki kadar paling rendah terlebih dahulu. Alternatif lain yang bisa diterapkan adalah mengombinasikan skincare retinol dengan perawatan kulit lain yang berbahan dasar minyak untuk menambah kelembapan pada kulit.

3. Tea tree oil

Tea tree oil merupakan bahan aktif yang biasanya dijadikan campuran skincare kulit berjerawat. Kandungan skincare ini dipercaya dapat membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengurangi peradangan pada kulit yang bermasalah. Meski terkenal ampuh dalam mengatasi jerawat, kandungannya dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembapan alami hingga breakout pada sebagian orang yang berjenis kulit normal cenderung kering. Solusinya, kamu dapat mengaplikasikan skincare jenis ini dengan diiringi produk pelembap lain seperti jojoba oil.

4. Asam salisilat

Terkenal sebagai bahan aktif yang ampuh atasi jerawat, asam salisilat bisa memperparah kondisi kulit yang kering. Bahannya lebih dianjurkan digunakan pada kulit berminyak dan berjerawat.

5. Sodium Lauryl Sulfate (SLS) 

Bahan kimia yang sering dijadikan campuran sabun maupun produk rumah tangga lainnya. Bahan ini memiliki kemampuan mengentalkan dan membuat sebuah produk menghasilkan busa. Skincare yang mengandung SLS jika digunakan setiap hari dapat memicu terjadinya iritasi. Terlebih untuk kulit kering dan sensitif, penggunaan bahan ini bisa menimbulkan kesan kulit tertarik, kesat berlebihan bahkan pengelupasan kulit dalam sekali pemakaian. Oleh karena itu, pemilik kulit kering disarankan mencari alternatif produk perawatan lain yang bebas sulfat, paraben dan tidak mengandung busa.




Dan juga Beauty Tips

Bahayanya Pakai Masker Terlalu Lama
Bahayanya Pakai Masker Terlalu Lama

Desember 24, 2019

Jangan pakai masker terlalu lama jika tidak ingin merusak kulit.

Baca lebih banyak

5 Efek Buruk Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan
5 Efek Buruk Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan

Desember 24, 2019

Tidur kelamaan bikin kondisi kesehatanmu menurun, bahkan bisa membuat depresi.

Baca lebih banyak

7 Efek Samping yang Bisa Muncul setelah Facial
7 Efek Samping yang Bisa Muncul setelah Facial

Desember 24, 2019

Facial memang dapat mempercantik kulit, tapi juga memiliki efek samping yang perlu kamu tahu.

Baca lebih banyak